Home / Berita / Siswa Kelas 6 SD Al-Irsyad Tegal Asah Emosional-Spiritual Quotion dengan In House Training (IHT) dan Muhasabah

Siswa Kelas 6 SD Al-Irsyad Tegal Asah Emosional-Spiritual Quotion dengan In House Training (IHT) dan Muhasabah

sdalirsyadtegal.com – Menjelang pelaksanaan ujian nasional (UN) tingkat sekolah dasar yang rencananya akan diselenggarakan pada medio Mei ini (15-18/05/2017) berbagai persiapan terus ditingkatkan oleh “Timses UN” SD Al-Irsyad Tegal. Di antara persiapan yang dilakukan “Timses UN” ialah dengan cara pemberian motivasi melalui In House Training kepada siswa/siswi kelas 6 dan muhasabah yang diselenggarakan Sabtu (28/04/2017) lalu, bersama Sang Motivator Ustad Wiyarso, M.Pd.I di kampus SD Al-Irsyad Tegal, jalan Gajahmada No. 108 Tegal.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa/siswi kelas 6 SD Al-Irsyad sebanyak 46 yang akan mengikuti ujian akhir tingkat sekolah dasar pada pertengahan Mei ini. Mereka didampingi oleh seluruh ustadz dan ustadzahnya hingga kegiatan usai. Kegiatan diawali dengan tadarrus bersama setelah salat Asar, dibimbing oleh ustadzahnya hingga pukul 16.30. dilanjutkan dengan motivasi sessi I bersama ustadz Wiyarso (Pak Wie) hingga menjelang Magrib. Setelah Magrib hingga menjelang Isya, mereka having dinner. Selepas shalat Isya berjama’ah, motiviasi sessi II kembali dilanjutkan hingga pukul 21.00. Pukul 03.00 mereka bangun malam untuk mengasah spiritualitasnya lewat shalat tahajjud, dilanjutkan dengan muhasabah hingga fajar menjelang. Pencerahan rohani kembali mereka dapatkan selepas shalat subuh melalui kultum subuh. Selanjutnya mereka mengolah raga/jasmani mereka dengan jalan pagi ke alun-alun kota Bahari.

Dalam paparannya, pak Wie menjelaskan bahwa untuk bisa menjadi anak hebat, seseorang harus rajin belajar dan belajar. Belajar yang dimaksud ialah belajar yang didasari rasa cinta, yakni cinta belajar. Bila ini sudah dimiliki, maka seseorang akan terus belajar dan belajar, di manapun, kapan pun dan bagaimana pun. Belajar menjadi kebutuhannya.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk memantapkan dan meneguhkan siswa/siswi bahwa kesuksesan apapun, termasuk dalam menuntut ilmu, tidak akan dapat diraih tanpa adanya usaha (ikhtiar) yang sungguh-sungguh dan doa dari masing-masing individu. Setelah keduanya dijalankan, masing-masing harus menyerahkan hasil/keputusan apapun dari yang diusahakannya hanya kepada Sang Pencipta, atau disebut dengan tawakkal. Dengan demikian, siswa akan memiliki kesadaran bahwa apapun yang didapatkannya bukanlah semata karena hasil jerih payahnya, namun karena peran Allah, sehingga keberhasilan yang direngkuhnya tidak membawanya kepada sikap besar kepala atau sombong dan angkuh serta berbangga diri secara berlebihan, apalagi melampiaskannya dengan tindakan-tindakan yang dilarang oleh Allah. Dalam kaitan ini, manusia hanya sebatas berusaha, namun Tuhan yang menentukan segalanya. (Man Proposes God Disposes).

Narator : Ali S

Editor : Abuya

 

About adminsekolah

Check Also

SIMA’AN MENUMBUHKAN SEMANGAT HAFALAN SISWA

  Sabtu, 21 April 2018 adalah pekan terakhir siswa–siswi program TICC (Tahfidz and International Curriculum …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *